Ilustrasi. Satu video pemukulan yang diduga dilakukan sejumlah pelajar perempuan terhadap siswi lain di satu sekolah Kota Semarang viral di media sosial.  (Foto: Istockphoto/iweta0077)
Ilustrasi. Satu video pemukulan yang diduga dilakukan sejumlah pelajar perempuan terhadap siswi lain di satu sekolah Kota Semarang viral di media sosial. (Foto: Istockphoto/iweta0077)

Satu video pemukulan yang diduga dilakukan sejumlah pelajar perempuan terhadap siswi lain di satu sekolah Kota Semarang viral di media sosial. Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar memastikan pihaknya telah menangani kasus tersebut dan memanggil pihak-pihak yang terlibat.

Dalam cuplikan video konferensi pers yang diunggah Walikota Semarang Hendrar Prihadi itu, Irwan menyebut pihaknya telah memanggil orang tua korban dan pelaku, pihak sekolah, serta psikolog dari Dinas Pendidikan Kota Semarang.

"Case sudah kami tangani secara integral, kami sepakat kasus ini akan ditangani sesuai hukum penanganan yang berbasis kepentingan anak sebagai korban dan pelaku," kata Irwan dalam video tersebut.

Setelah ditelusuri, video pemukulan yang viral itu terjadi antara senior dan junior di sekolah. Para senior itu menganggap korban tidak menghormati seniornya di sekolah sehingga terjadilah aksi pemukulan tersebut.

"Para senior merasa sebagai junior korban tidak respect atau hormat ke pelaku dengan membuat pelaku emosi, marah dan diajak korban ke lokasi, kemudian terjadi peristiwa viral itu," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Psikolog dari Dinas Pendidikan Kota Semarang menyebut penanganan atas kasus ini tetap harus menjamin pendidikan kedua belah pihak, baik korban maupun pelaku. Penanganan juga akan melibatkan orang tua kedua belah pihak dan rehabilitasi baik terhadap pelaku maupun korban.

Sementara itu, orang tua pelaku penganiayaan juga menyampaikan permohonan maaf kepada korban, pihak sekolah dan dinas pendidikan atas perilaku anak mereka yang kemudian viral di media sosial.