DJBC Bali-Nusa Tenggara UMKM ekspor kopi Flores
Tangkapan layar Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai, Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB, NTT, Saut Mulia (kanan bawah) memberikan keterangan saat mengikuti secara virtual konferensi pers yang digelar Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan NTT di Kupang, Rabu (25/5/2022). (ANTARA/Aloysius Lewokeda)

Kupang (ANTARA) - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kementerian Keuangan mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Pulau Flores, NTT, untuk mengekspor Kopi Flores sebagai salah satu komoditi unggulan dari NTT.

"Dukungan bagi UMKM agar memiliki peluang ekspor kami lakukan seperti kegiatan asistensi ke CV Manggarai Flores Coffe yang memproduksi Kopi Flores," kata Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai, Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB, NTT, Saut Mulia dalam keterangan yang diterima di Kupang, Kamis.

Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan dukungan Kementerian Keuangan dalam mendorong pemasaran produk UMKM di NTT.

Saut Mulia menjelaskan UMKM di Flores memiliki produk komoditi unggulan berupa kopi dalam bentuk green bean jenis arabika dan robusta.

Produk UMKM tersebut memiliki potensi besar untuk diekspor ke luar negeri sehingga pihaknya berupaya memberikan penguatan melalui asistensi berupa pengenalan tentang ekspor.

"Melalui Kantor Bea Cukai Labuan Bajo, kami juga menyampaikan kesiapan untuk memberikan asistensi guna mewujudkan kegiatan ekspor produk kopi tersebut," katanya.

Saut Mulia mengatakan selain komoditi Kopi Flores, pihaknya juga terus mendorong berbagai komoditi UMKM lain melalui unit kerja Bea dan Cukai di Kota Kupang maupun Atambua.

Ia mencontohkan seperti asistensi kepada UMKM yang memproduksi ikan hias yang berpeluang untuk dipasarkan di Timor Leste.

"Kami secara progresif bekerja sama dengan instansi terkait melakukan asistensi kepada UMKM untuk menguatkan mereka agar memiliki peluang ekspor," katanya.