Paula dan Baim Wong, saat anak keduanya lahir dan melakukan IMD.

GridHEALTH.id - Bagi mereka yang telah menyaksikan persalinan Paula, Istri Baim Wong di channel Youtube mereka, diketahui setelah melahirkan anak kedua Paula ditempatkan di dadanya.

Adapun maksud dilakukannya hal tersebut supaya bisa terjadi Inisiasi Menyusui Dini (IMD).

IMD adalah memberikan kesempatan kepada bayi yang baru saja lahir untuk menyusu pada ibunya secara langsung.

Cara IMD yang umumnya adalah bayi diletakkan di atas perut ibu, lalu dengan usaha sendiri dibiarkan mencari puting susu ibunya.

Ketahuilah, secara alami bayi memiliki insting untuk menyusu, sehingga dalam beberapa menit kemudian ia dapat menemukan puting susu dan mengisapnya.

IMD ini penting bagi bayi baru lahir. IMD memberikan manfaat yang sangat besar pada bayi baru lahir.

Dengan mengenalkan bayi pada sebuah usaha keras untuk mendapatkan puting susu, diyakini dapat menciptakan anak yang lebih tangguh.

Bayi pun akan merasa jauh lebih dekat dengan ibunya karena kulit yang pertama ia sentuh adalah kulit ibunya, dan ibunya pula yang memberinya makan pertama kali.

Selain itu, saat menyusu pertama kali, bayi mendapatkan kolostrum yang merupakan makanan kaya zat gizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi lebih optimal.

Kiat Sukses IMD

Supaya IMD sukses, ada baiknya jauh hari sebelum melahirkan, ibu harus mengomunikasikan keinginan tersebut kepada dokter, pihak  rumah sakit, atau klinik.

Tak sulit kok, Bu, melakukan IMD. Yang dibutuhkan hanyalah kesabaran dan kesungguhan ibu untuk melakukannya.

Berikut tahapan IMD yang dilansir dari buku parenting Nakita 'ASI Bikin Cerdas'.

1. Usai dilahirkan, bayi dikeringkan seperlunya tanpa menghilangkan vernix (kulit putih) karena vernix berguna untuk menyamankan kulit bayi.

2. Tengkurapkan bayi di dada atau perut ibu. Supaya bayi tidak kedinginan bisa dipakaikan topi atau diselimuti bersama ibunya.

3. Biarkan bayi mencari sendiri puting susu ibunya. Jangan dipaksa atau diarahkan karena ia punya insting untuk menemukannya sendiri. Biasanya dibutuhkan waktu sekitar 15—30 menit.

4. Biarkan beberapa saat kulit bayi bersentuhan dengan kulit ibu hingga proses menyusu selesai.

5. Selesai menyusu, barulah bayi dibersihkan, ditimbang, dinilai skor APGAR-nya, diselimuti, dan lainnya.

Tidak Semua Bayi Perlu IMD

Baca Juga: 2 Kondisi yang Meningkatkan Risiko Amputasi Pada Penyandang Diabetes

Sementara itu, menurut Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, SpA(K), tidak semua bayi baru lahir perlu melakukan proses IMD.Menurut Rina, bayi prematur tidak perlu melakukan proses IMD.Terlebih bila bayi prematur mengalami sejumlah masalah kesehatan dan harus segera dimasukan ke dalam Neonatal Intensive Care Unit atau NICU. "IMD memang penting untuk dilakukan. Namun IMD dilakukan untuk bayi yang lahir cukup bulan, tidak ada kecenderungan mengalami berbagai risiko, seperti pernapasan, jantung, dan suhu tubuh yang tidak stabil.

Sebaliknya, bayi prematur sering kali mengalami masalah kesehatan itu sehingga mereka harus segera dimasukan ke dalam NICU," jelas spesialis kesehatan anak neonatologi yang akrab dipanggil Rina ini dalam acara peluncuran bukunya yang bertajuk 'ASI Untuk Bayi Prematur' di Bunga Rampai, Menteng, Jakarta, beberapa tahun lalu.Rina menegaskan proses IMD harus dilakukan saat kondisi ibu dan bayi sama-sama sehat.Ibu dan bayi tidak boleh dalam kondisi tercancam baik keselamatan maupun kesehatannya.Oleh karena itu, daripada memaksakan ibu dan bayi melakukan IMD di awal kelahiran, Rina lebih merekomendasikan ibu dan bayi melakukan Kangaroo Mother Care atau KMC.(*)