Bukalapak
Ilustrasi logo Bukalapak. (Ist.)

SIAPGRAK.COM, Jakarta - Bukalapak baru saja melanjutkan komitmennya untuk mendukung industri game di Indonesia. Hal itu ditunjukkan dengan menjadi salah satu sponsor resmi tim esports Bigetron Indonesia bersama Itemku.

Dukungan ini tidak lepas dari keyakinan Bukalapak terkait industri game dan esports d Indonesia yang semakin positif. Terlebih, perkembangan industri game di Tanah Air juga terbilang pesat.

Bukalapak dan Bigetron mempunyai kesamaan yaitu sama-sama merupakan asli lokal Indonesia, dan Bukalapak juga ingin mengapresiasi prestasi oleh tim esports Bigetron, yang pernah menjadi juara," tutur President Commerce & Fintech Bukalapak, Victor Lesmana, dalam keterangan resmi, Kamis (14/10/2021).

Lewat dukungan ini, Bukalapak juga ingin mengapreasiasi prestasi tim Bigetron yang pernah menjadi juara dunia PUBG Mobile Clu Open (PMCO) pada 2019. Selain itu, tim ini juga memiliki brand image dan fanbase yang cukup tinggi di skena esports Indonesia.

Untuk itu, lewat kerja sama strategis ini, Bukalapak berharap para gamer di Indonesia semakin termotivasi untuk lebih berprestasi di bidang esports. Karenanya, perusahaan juga berharap dapat terus mendukung usaha pemerintah mengembangkan industri kreatif di Indonesia.

"Dengan kerja sama yang terjalin dengan Bigetron, harapannya akan semakin banyak melahirkan pemain esports profesional dunia yang bisa membawa nama baik Indonesia di kancah regional hingga dunia," tutur Victor menutup pernyataannya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sandiaga Uno Ingin Industri Game Jadi 'Pandemic Winner'

Sandiaga Uno, PON Papua 2021
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno berkunjung ke Jayapura dan membuka pertandingan ekshibisi esports PON Papua 2021, Selasa (21/9/2021). (Dok.Ist)

Di sisi lain, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan industri game bisa jadi modal tersendiri untuk bangkitnya subsektor ekonomi kreatif di tengah pandemi.

Menurut Sandi, dari 17 subsektor ekonomi kreatif di Indonesia, pada 2020, aplikasi dan permainan atau game menempati posisi tujuh penyumbang terbesar terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) ekonomi kreatif Indonesia.

"Nominal sebesar Rp 24,88 triliun atau sekitar 2,19 persen sumbangan subsektor aplikasi dan game developer untuk PDB nasional," ujarnya dalam siaran pers di laman Kemenparekraf, dikutip Jumat (1/10/2021).

Sandi mengatakan, ini juga sejalan dengan janji Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan esports dan industri gaming, yang menjadi salah satu modal bangsa.

Menparekraf pun mengatakan bahwa mereka akan terus berupaya membuka akses pasar seluas-luasnya bagi para pelaku ekonomi kreatif, khususnya di subsektor aplikasi atau game.

Jadi 'Pandemic Winner'

Sandi melanjutkan, di tengah pandemi, subsektor Aplikasi Game Developer (AGD), menunjukkan tren kenaikan positif dibandingkan subsektor lainnya.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, AGD memiliki nilai pertumbuhan positif tertinggi kedua setelah subsektor TV dan radio.

"Dengan jumlah pertumbuhan sebesar 4,47 persen, harapan kami, game menjadi pandemic winner untuk mendorong pergerakan ekonomi Indonesia, bersama subsektor prioritas dan unggulan lainnya," kata Sandi.

Dia pun mengajak agar para stakeholder di Indonesia tetap positif dan optimistis, mengingat kondisi saat ini sangat dinamis.

"Tapi kita yakin di industri game ini ada peluang yang harus dimanfaatkan untuk menjadi pemenang," imbuh Sandi.

(Dam/Ysl)