Ilustrasi gelombang ketiga COVID-19/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Tomwang112
Ilustrasi gelombang ketiga COVID-19/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Tomwang112

Bunda mungkin bertanya-tanya kapan sebenarnya gelombang ketiga COVID-19 di Indonesia terjadi. Terkait hal tersebut, Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr Adib Khumaidi, SpOT, mengatakan bahwa gelombang ketiga COVID-19 di Indonesia bisa saja sudah lewat. Terutama jika tidak ada peningkatan kasus Corona di akhir Desember.

Meski demikian, dr Adib tetap mewanti-wanti masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan. Sebab, risiko lonjakan kasus masih bisa terjadi saat banyak warga mulai lengah, Bunda. Ia memastikan para tenaga kesehatan ikut menjaga kewaspadaan serupa, belajar dari pengalaman membludaknya pasien COVID-19 di puncak Corona pada Juli kemarin.

"Kita tentunya melihat dalam tiga bulan terakhir nanti sampai di bulan Desember semoga tidak ada peningkatan. Kalau sampai bulan Desember tidak ada peningkatan, sepertinya kita sudah masuk, atau sebenarnya kita sudah mengalami gelombang ketiga," ungkap dr Adib dalam Webinar Tim Mitigasi Sabtu (16/10/2021).

Lebih lanjut ia mengatakan, prediksi gelombang ketiga COVID-19 di beberapa pakar epidemiologi berbeda.

"Karena ada beberapa pakar yang berbeda pendapat bahwa sebenarnya kita sudah melalui gelombang ketiga, karena gelombang kedua dianggap pada bulan Agustus tahun lalu, jadi kita di bulan Juli itu kemarin sebenarnya sudah di gelombang ketiga," ucap dr Adib.

Ia pun berharap jika ada lonjakan kasus di kemudian hari, tidak ada lagi rekan-rekan nakes dan guru besar yang meninggal dunia.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.