CIPRIT.COM/RobinHiggins

Selain diabetes, penyakit lain yang banyak dikhawatirkan masyarakat adalah tingginya kadar kolesterol dalam tubuh. Kolesterol sendiri merupakan sejenis lemak yang dihasilkan oleh organ hati.

Tubuh memerlukan zat seperti lilin tersebut untuk keperluan produksi hormon dan sel-sel tubuh sehat. Kendati diperlukan, kadar kolesterol yang berlebihan dalam tubuh sangatlah tidak baik dan malah bisa memicu serangan jantung hingga stroke.

Ketika tubuh kelebihan kolesterol, sejumlah orang memercayai bahwa sakit kepala dan badan pegal-pegal merupakan gejala-gejalanya. Namun, apakah itu benar?

Untuk menemukan jawabannya, baca terus informasi dari CIPRIT.COM tentang kebenaran badan pegal dan sakit kepala sebagai gejala kolesterol tinggi.

1. Kolesterol punya peranan penting dan dibutuhkan oleh tubuh

Seperti yang telah disinggung di awal artikel, kolesterol dibutuhkan oleh tubuh. Zat lemak tersebut secara alami diproduksi oleh organ hati. Namun produk hewani, seperti ayam, telur, daging sapi, susu, juga bisa menjadi sumber eksternal dari kolesterol.

Secara umum, lemak yang satu ini berperan dalam membantu proses pencernaan lemak dalam tubuh. Namun bukan hanya itu saja fungsinya, beberapa lain di antaranya:

  • Membantu proses pembentukan dan pemeliharaan membran dan struktur sel tubuh;
  • Memproduksi sejumlah hormon penting, seperti hormon stres kortisol;
  • Kolesterol dibutuhkan oleh hati untuk menghasilkan cairan empedu;
  • Digunakan oleh sel saraf untuk isolasi;
  • Kolesterol dapat diubah menjadi vitamin D dengan bantuan sinar matahari.

Perlu Mama ketahui pula bahwa kolesterol sebenarnya terdiri atas dua jenis. Ada yang namanya kolesterol baik atau high-density lipoprotein (HDL) dan kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL).

Nah, yang berbahaya adalah jika kadar kolesterol jahat dalam tubuh terlalu banyak. Hal ini karena LDL dapat menumpuk dalam menimbulkan plak pada dinding pembuluh darah.

Apabila kondisi ini dibiarkan, maka pembuluh darah akan tersumbat, darah tidak dapat mengalir dengan baik, dan akhirnya risiko stroke ataupun serangan jantung meningkat.

2. Apa yang menyebabkan kadar kolesterol tinggi?

Ada dua faktor utama penyumbang meroketnya kadar kolesterol dalam tubuh adalah pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat.

1. Pola Makan yang Tidak Diperhatikan

Pemasukan kolesterol dalam tubuh akan tidak karuan jika Mama tidak memerhatikan apa-apa saja yang dimakan setiap hari. Sebagai contoh, tidak heran kadar kolesterol tubuh tinggi jika Mama selama ini tidak hati-hati terkait konsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh, termasuk sosis, burger, kebab, kue, pudding, dan lain-lain.

Di samping itu, kebiasaan makan lainnya yang berkontribusi dalam kadar kolesterol yang tinggi adalah:

  • Asupa serat dari biji-bijian utuh, buah, kacang, ataupun sayur yang kurang;
  • Sering makan makanan olahan yang tinggi karbohidrat, termasuk roti, biskuit, pasta;
  • Selalu memasak dengan menggunakan mentega;
  • Suka mengonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak trans, misalnya berbagai macam makanan cepat saji, donat, keripik kentang, piza, krimmer, dan lainnya.

2. Gaya Hidup yang Tidak Sehat

Gaya hidup yang kurang sehat juga mampu menuntun kepada berlebihannya kolesterol dalam tubuh, Ma. Misalnya, Mama termasuk orang yang sering begadang, merokok, dan jarang berolahraga.

Lambat laun, kadar kolesterol dalam tubuh akan menumpuk. Oleh karena itu, pastikan selalu untuk berolahraga paling tidak 30 menit setiap harinya supaya tubuh tetap bugar.

3. Benarkah badan pegal dan sakit kepala gejala kolesterol tinggi?

Umumnya kolesterol tinggi tidak menunjukkan gejala. Hal ini sesuai dengan American Heart Association (AHA) yang menyatakan bahwa kebanyakan orang pengidap kolesterol tinggi tidak mengalami gejala sama sekali.

Akan tetapi, ada sebagian orang yang mengaku bahwa tubuh mereka pegal-pegal dan merasakan sakit di kepala. Menurut buku 100 Questions & Answers Kolesterol karya Chairinniza K. Graha, hal tersebut memang mungkin terjadi.

Kolesterol yang terlalu banyak dapat menyebabkan lemak menumpuk di pembuluh darah. Lantas, aliran darah akan tersumbat. Apabila darah sudah tidak bisa mengalir dengan leluasa, ini berarti pasukan oksigen dalam tubuh akan menurun pula.

Nah, turunnya jumlah oksigen inilah yang membuat Mama merasa sakit kepala dan pegal-pegal. Namun perlu diingat, tidak selamanya sakit kepala dan pegal-pegal identik dengan kolesterol tinggi. Bahkan ketika sedang flu biasa pun, Mama bisa menunjukkan kondisi sedemikian.

Selain itu, ada juga beberapa tanda lain apabila kadar kolesterol tubuh tinggi (catatan: tanda-tanda ini tidak identik sehingga bisa berbeda untuk setiap orang):

  • Mudah lelah;
  • Sering mengantuk;
  • Nyeri pada kaki;
  • Muncul gumpalan di urat;
  • Dada terasa nyeri;
  • Terjadi xanthomata dan/atau xanthelasma.

4. Rutin memeriksakan kadar kolesterol tubuh

Yang membuat kolesterol tinggi cukup berbahaya adalah karena tidak adanya gejala yang menyertainya.

Meskipun begitu, Mama tetap bisa menghindarinya dengan cara mengontrol kandungan zat lemak tersebut.

Untuk mengetahui kadarnya, Mama bisa memeriksakan diri ke dokter. AHA menyarankan supaya rutin memeriksa kandungan kolesterol setiap 4–6 tahun sekali. Terlebih lagi jika Mama memiliki riwayat penyakit diabetes atau obesitas, nggak boleh malas, ya!

5. Cara alami menurunkan kadar kolesterol tinggi

Di samping rutin memeriksa kadar kolesterol, Mama juga dapat melakukan sejumlah kiat untuk menormalkan kandungan zat tersebut dalam tubuh. Ikuti langkah berikut, yuk!

  • Rajin mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran. Hal ini karena serat dari keduanya efektif dalam menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL);
  • Karena makanan berlemak merupakan sumber kolesterol, sebaiknya Mama mulai menghindarinya. Sebagai gantinya, makanlah makanan rendah lemak, mulai dari ikan, putih telur, tahu, tempe, dan lainnya;
  • Mulai mengonsumsi makanan kaya omega-3, seperti salmon, tuna, sarden, kacang kenari, karena dianggap ampuh turunkan trigliserida dan kolesterol dalam darah;
  • Biasakan diri untuk memakan makanan berserat larut. Contoh makanannya adalah alpukat, brokoli, lobak, pir, apel, wortel, ubi jalar;
  • Rutin berolahraga supaya berat badan terkontrol dan tubuh semakin bugar;
  • Berhenti merokok. Hal ini karena rokok memicu hilangnya keelastisan pembuluh darah dan menurunkan kadar kolesterol baik.

Jadi, memang benar Mama bisa mengalami sakit kepala dan badan pegal karena kolesterol tinggi. Namun, gejala tersebut tidak selamanya identik dengan penyakit tersebut dan bahkan kolesterol tinggi tidak memiliki gejala sama sekali.

Maka dari itu, penting sekali buat Mama untuk mulai memerhatikan makanan yang dikonsumsi serta menerapkan gaya hidup yang lebih sehat dengan rajin berolahraga.

  • Jaga Kesehatan, Ini Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi saat Menyusui
  • Hati-Hati! Makanan dan Minuman Ini Bisa Sebabkan Kolesterol Tinggi
  • Setelah Menu Bersantan, Ini 6 Makanan Penurun Kolesterol