SHUTTERSTOCK / Polarpx
Ilustrasi anjing, ilustrasi rumah anjing.

SIAPGRAK.COM - Sebuah studi mengungkapkan, bahwa nenek moyang anjing modern ternyata berasal dari serigala di Asia dan Eropa.

Hasil tersebut berdasarkan analisis DNA dari 72 serigala purba yang hidup 100.000 tahun yang lalu.

Dikutip dari New Scientist, Kamis (30/6/2022) anjing dianggap sebagai keturunan serigala abu-abu Eurasia (Canis lupus lupus), tetapi cerita tentang kapan dan di mana mereka dijinakkan masih diselimuti misteri.

Untuk mengetahui asal muasal itu Anders Bergstrom dari Francis Crick Institute di London bersama rekan-rekannya menganalisis DNA 72 serigala purba dari sisa-sisa kerangka yang ditemukan di Eropa, Siberia, dan Amerika barat laut. Beberapa di antaranya berusia hingga 100.000 tahun.

Para peneliti mengurutkan DNA serigala purba ini dan membandingkannya dengan genom anjing modern.

Mereka berharap dapat mengetahui apakah ada serigala yang lebih dekat kekerabatannya dengan anjing modern daripada yang lain.

Menemukan serigala purba yang secara khusus terkait dengan anjing modern, akan memberi para peneliti ide yang lebih baik tentang kapan tepatnya anjing berevolusi.

"Ini adalah salah satu pertanyaan terbesar dalam prasejarah manusia," kata Bergstorm.

Namun dalam studinya ini, tim peneliti tak menemukan serigala yang memiliki kekerabatan yang dekat dengan anjing modern.

Peneliti justru mengetahui, bahwa anjing modern secara genetik lebih mirip dengan serigala purba di Asia daripada Eropa.

Sayangnya, Bergstorm menyebut peneliti tak bisa lebih spesifik mengenai hasilnya, karena mereka tak cukup memiliki sampel serigala purba.

"Masih ada bagian besar dari peta di mana kita tak memiliki banyak sampel," ungkapnya.

Sebagian besar sampel yang dipelajari tim sendiri berasal dari belahan bumi utara yang ditemukan di lapisan es dan gua. Hal tersebut mampu melestarikan materi genetik dengan baik.

Bergstrom pun menyebut, nenek moyang langsung anjing modern mungkin ada di suatu tempat di Asia.

"Itu akan berada di suatu tempat di mana kita belum memiliki sampel," paparnya.

Temuan ini juga mendukung studi sebelumnya yang menunjukkan, bahwa anjing modern mungkin memiliki nenek moyang ganda.

Anjing purba di tempat seperti Israel dan benua Afrika ditemukan berkerabat dekat dengan serigala Eropa kuno, tidak seperti anjing yang ditemukan di Siberia, Amerika, dan Eropa.

Ini menunjukkan serigala menyumbangkan DNA ke anjing yang tinggal diwilayah tersebut.

Sehingga, ini bisa berarti anjing didomestikasi secara independen di wilayah timur dan barat lalu bergabung. Atau bisa saja anjing pertama kali didomestikasi di Asia dan kemudian bereproduksi dengan serigala di wilayah barat.

"Sayangnya kami belum bisa mengidentifikasi populasi serigala purba sebenarnya yang merupakan nenek moyang langsung dari anjing. Perburuan sampel masih berlanjut sampai sekarang," pungkas Keith Dobney, peneliti dari University of Sydney, Australia.

Temuan ini dipublikasikan di Nature.

Penulis : Kontributor Sains, Monika Novena Editor : Bestari Kumala Dewi