Iwan Fals mengajak masyarakat untuk mendoakan pemerintah supaya bisa memberi makan warga Indonesia selama masa pandemi Covid-19. (CIPRIT.COM Indonesia/Agniya Khoiri)
Iwan Fals mengajak masyarakat untuk mendoakan pemerintah supaya bisa memberi makan warga Indonesia selama masa pandemi Covid-19. (CIPRIT.COM Indonesia/Agniya Khoiri)

Musisi Iwan Fals mengajak penggemarnya untuk mendoakan pemerintah supaya bisa memberi makan warga Indonesia selama masa pandemi Covid-19. Ia secara khusus menyebutkan para warga yang kehilangan pekerjaan akibat wabah virus corona yang masih terjadi di Indonesia.

"Kita doakan saja semoga pemerintah mampu memberi makan warganya selama masa pandemi ini, terutama yang kehilangan pekerjaan," cuit Iwan Fals, Kamis (22/7).

"Pengusaha-pengusaha besar ringan hatinya untuk terus membantu yang tidak mampu."

Sebelumnya, pemerintah memutuskan memperpanjang PPKM Darurat Jawa-Bali, serta luar wilayah itu hingga 25 Juli 2021. Perpanjangan itu kini dengan nama baru PPKM Level 4.

Keputusan itu diambil setelah pemerintah menilai lonjakan kasus virus corona di Indonesia belum mengalami pelandaian. PPKM Level 4 berlaku di 124 kabupaten/kota di Jawa-Bali, dan 15 kabupaten/kota di luar Jawa-Bali yang sebelumnya menerapkan PPKM Darurat.

Presiden Joko Widodo menyebut pemerintah akan mulai membuka secara bertahap aturan di PPKM Darurat apabila di 26 Juli kasus Covid-19 di Tanah Air mengalami perkembangan yang menuju ke arah pelandaian.

[CIPRIT.COM:Twitter Zubairi Djoerban menilai PPKM Level 4 perlu terus diperpanjang apabila dinamika kasus harian covid-19 tak kunjung turun.

Zubairi menyebut perpanjangan PPKM Darurat ke PPKM Level 4 sudah tepat dilakukan oleh pemerintah. Dia mengingatkan laju penularan kasus Covid-19 di Tanah Air dalam sepekan terakhir relatif masih tinggi.

Sementara itu, banyak warga menolak PPKM level 4 dengan alasan ekonomi dan menyusahkan masyarakat. Mereka, seperti ratusan warga Bandung, turun ke jalan ketika mengetahui PPKM diperpanjang.

Terpisah, pemerintah akan mengeluarkan kebijakan pemberian bantuan berupa subsidi upah bagi pekerja/buruh (BSU). Bantuan yang ditetapkan sebesar Rp1 juta tersebut diharapkan dapat mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi Covid-19.

Pemerintah juga menyediakan sejumlah bantuan sejak PPKM Darurat Jawa-Bali. Bantuan pertama berupa beras 10 kilogram bagi penerima Bantuan Sosial Tunai (Bansos Tunai/BST) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Kemudian, ada bantuan uang tunai Rp300 ribu per bulan untuk warga kurang mampu. Bantuan jenis ini akan disalurkan selama dua bulan pada Juli dan Agustus.

Ada pula bantuan uang tunai Program Keluarga Harapan (PKH). Bantuan Rp3 juta untuk keluarga yang memiliki anak usia dini dan ibu hamil, Rp900 ribu untuk kategori pendidikan anak SD.

Selain itu, bantuan Rp1,5 juta untuk pendidikan anak SMP, Rp2 juta untuk pendidikan anak SMA, serta Rp2,4 juta bagi penyandang disabilitas dan lansia.

Terakhir terdapat Kartu Sembako senilai Rp200 ribu per bulan bagi 18,8 juta penerima. Ada juga Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa untuk kelompok rentan dan miskin sebesar Rp300 ribu per keluarga penerima manfaat (KPM) setiap bulan.