Apakah Mama pernah bertanya-tanya bagaimana tubuh memberi ruang janin dan plasenta selama kehamilan?

Kulit perut yang elastis secara alami menciptakan ruang untuk penghuni baru. Tetapi ternyata ruangan ekstra untuk si Kecil dihasilkan dari pergeseran organ-organ tubuh ibu hamil. Nah, akibat pergeseran ini juga akan membuat Mama merasakan beberapa gejala kehamilan seperti mulas dan gangguan pencernaan.

Walau tidak terlihat dari luar, namun perubahan internal yang dialami tubuh selama kehamilan sama menakjubkannya dengan yang terjadi secara eksternal.

Bagaimana pergeseran organ-organ tubuh agar janin mendapatkan ruang selama berada di dalam kandungan? Yuk, simak penjelasannya pada ulasan SIAPGRAK.COM berikut ini, Ma!

Minggu ke-5 hingga 8

Unsplash/Leon Ell'

Mari kita mulai dengan minggu ke-5 sampai ke-8 kehamilan. Dari luar, Mama mungkin belum tampak hamil atau bahkan belum merasakan kehamilan. Tetapi kandung kemih sudah mengecil setelah pembuahan.

Kondisi inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa Mama sering buang air kecil saat hamil.

Minggu ke-9 hingga 12

SIAPGRAK.COM/yanalya

Ini salah satu perubahan yang menarik dan menakjubkan, Ma. Saat ini baby bump mungkin sudah tampak meski kecil.

Pada saat ini, rahim menekan usus untuk memberi ruang. Penekanan pada usus ini menyebabkan sisa-sisa makanan menumpuk dalam usus, sehingga memicu terjadinya konstipasi.

Minggu ke-25 hingga 28

SIAPGRAK.COM/bristekjegor

Di tengah masa kehamilan, perut naik hampir 45 derajat. Posisinya bahkan hampir sama dengan posisi usus. Ini menjadi salah satu penyebab mengapa Mama mengalami heart burn.

Bukan cuma usus, hati dan lambung pun mengalami pergeseran. Lambung terdorong sedikit ke atas. Ini membuat organ tersebut disangga oleh kandungan dan berada pada posisi horizontal.

Organ hati terdorong sedikit ke atas dan ke depan karena perkembangan janin terus terjadi.

Minggu ke-33 hingga 36

Unsplash/Vanessa

Pada trimester ketiga, organ-organ akan tampak seperti sedang melakukan pertunjukan memutar, apalagi saat hati dan paru-paru terjepit oleh perut dan usus. Paru-paru yang terjepit inilah yang bisa menjadi penyebab ibu hamil merasa kehabisan napas, terutama di akhir kehamilan.

Namun jangan khawatir, dalam beberapa minggu ketidaknyamanan ini akan hilang, Ma.

Setelah melahirkan, semua organ yang bergeser atau berubah ukuran akan kembali seperti semula. Hanya saja ini tentu akan membutuhkan waktu. 

Selain merawat dan menumbuhkan janin, tubuh Mama akan bekerja dengan luar biasa. Mengetahui gejala kehamilan yang tidak nyaman itu sebenarnya dikarenakan harus memberi janin ruang untuk tumbuh, maka dari itu sebaiknya rasa sakit selama masa kehamilan perlu ditoleransi.

Siapa yang menyangka jika tubuh selama hamil bisa melakukan prestasi luar biasa seperti itu? Dengan mengetahui hal ini, maka semakin banyak alasan untuk merawat dan mencintai diri sendiri.

Nah, itu semua pergeseran organ-organ tubuh agar janin mendapatkan ruang selama kehamilan. Menarik bukan, Ma?

  • Cara Mengatasi Sesak Napas saat Hamil
  • Cara Menjaga Kehamilan Usia 5 Minggu. Sehat Terus Nih, Ma!
  • Bahan Makanan yang Berbahaya untuk Ibu Hamil, Segera Jauhi Ya!