Shutterstock/Tridsanu Thopet
ilustrasi biang keringat, cara menghilangkan biang keringat secara alami, cara mengatasi biang keringat, cara mengobati biang keringat, penyebab biang keringat.

SIAPGRAK.COM - Kulit menjadi salah satu bagian penting tubuh yang harus dijaga kebersihan dan kesehatannya. Saat cuaca panas dan terik, kulit dapat mengalami berbagai masalah, salah satunya muncul biang keringat atau yang dikenal dengan istilah keringat buntet.

Apa itu biang keringat atau keringat buntet?

Dokter spesialis kulit dan kelamin dr. Ismiralda Oke Putranti SpKK menjelaskan, biang keringat atau keringat buntet dalam dunia medis dinamai dengan miliaria.

Biang keringat adalah kondisi kulit dikarenakan respons tubuh terhadap cuaca panas. Tubuh akan mengeluarkan keringat untuk menjaga agar suhu tetap konstan.

Keringat yang diproduksi dalam jumlah cukup banyak atau keringat berlebih, sementara saluran atau pori untuk mengeluarkan keringat tidak lebar atau bahkan tersumbat.

Akibatnya, keringat akan terperangkap dan merangsang timbulnya reaksi peradangan yang kemudian menjadi biang keringat yang seringkali disebabkan oleh kondisi cuaca panas.

“Terutama pada orang-orang yang kulitnya sensitif dan kering, kulit mati sering kali menyumbat pori,” kata Oke saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (14/5/2022).

Adapun peradangan yang terjadi ditandai dengan timbulnya bintil-bintil merah dengan lenting air dipermukaannya yang disertai dengan rasa gatal.

“(Kondisi bintil-bintil merah ini) kita kenal sebagai biang keringat (keringat buntet),” tutur Oke.

Keringat berlebih akibat cuaca panas, lanjut Oke, juga meningkatkan risiko infeksi jamur kulit seperti panu, dan kadas/kurap, sehingga rasa gatalnya semakin hebat bila berkeringat/lembab.

Bagi penderita biang keringat, dapat menjaga kesejukan ruangan dan mengeringkan area yang timbul biang keringatnya. Di bagian tersebut, dapat dioleskan bedak kocok untuk meringankan rasa gatal.

Untuk mencegah biang keringat, dapat dengan menjaga suhu ruangan tetap sejuk (berkisar 25 derajat celcius), mengenakan pakaian yang menyerap keringat, serta menghindari pakaian tebal dan ketat.

Biang keringat disebabkan oleh produksi minyak berlebih

Oke menambahkan, area tertentu seperti kulit kepala, wajah, telinga, ketiak dan seputar kemaluan, cuaca panas juga merangsang produksi minyak berlebih pada area kulit berambut.

Kadar minyak yang cukup banyak menyebabkan meningkatnya kolonisasi jamur yang normal ada di kulit yang disebut dengan Malassezia furfur.

Peningkatan kolonisasi jamur ini juga akan mencetuskan reaksi peradangan pada area kulit berminyak tersebut yang ditandai dengan rasa gatal, kemerahan dan berketombe.

Untuk pengobatan dermatitis seboroik (ketombe) dan infeksi jamur, segera diperiksakan ke dokter terdekat untuk mendapatan terapi yang tepat.

Penulis : Mela Arnani Editor : Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas